Rabu, 04 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 32. Orang yang Bernadzar Pada Masa Jahiliyah




عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ لَيْلَةً فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْفِ بِنَذْرِكَ

3325. Dari Umar bahwasanya ia berkata, "Wahai Rasulullah, Sesungguhnya aku bernadzar pada masa Jahiliyah untuk beriktikaf di Masjidil Haram pada malam hari." Rasulullah SAW berkata pada Umar, "Tepatilah nadzarmu itu. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih) telah berlalu pada pembahasan tentang puasa.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 31. Orang yang Bernadzar, Tetapi Tidak Menyebutkan Apa Nadzarnya



عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَفَّارَةُ النَّذْرِ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ

3323. Dari Uqbah bin Amir, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Kafarahnya nadzar adalah seperti kaffarahnya sumpah. " (Shahih: Muslim).

30 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 29. Orang yang Nadzar Untuk Bershadaqah dengan Hartanya


عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي صَدَقَةً إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسِكْ عَلَيْكَ بَعْضَ مَالِكَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قَالَ فَقُلْتُ إِنِّي أُمْسِكُ سَهْمِيَ الَّذِي بِخَيْبَرَ

3317. Dari Ka'ab bin Malik, katanya: Aku berkata kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku bertaubat dengan melepaskan hartaku sebagai shadaqah pada Allah dan Rasul-Nya." Rasulullah SAW bersabda, "Tahanlah sebagian hartamu, itu lebih baik bagimu." Lalu aku berkata, "Sesungguhnya aku menahan bagianku yang ada di Khaibar." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَبْدُ اللَّهِ بْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ تِيبَ عَلَيْهِ إِنِّي أَنْخَلِعُ مِنْ مَالِي فَذَكَرَ نَحْوَهُ إِلَى خَيْرٌ لَكَ

3318. Dari Ka'ab bin Malik bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah SAW ketika ia bertaubat, "Sesungguhnya aku melepaskan dari hartaku... perawi menyebutkan seperti hadits di atas, sampai pada 'itu lebih baik bagimu." (Shahih: Muttafaq 'Alaih) lihat hadits sebelumnya.

عَنْ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ أَبُو لُبَابَةَ أَوْ مَنْ شَاءَ اللَّهُ إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ أَهْجُرَ دَارَ قَوْمِي الَّتِي أَصَبْتُ فِيهَا الذَّنْبَ وَأَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي كُلِّهِ صَدَقَةً قَالَ يُجْزِئُ عَنْكَ الثُّلُثُ

3319. Dari Ka'ab bin Malik, bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah SAW, —atau Abu Lubabah, atau orang yang dikehendaki Allah—, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya termasuk taubatku adalah berhijrah dari kaumku, tempat aku melakukan dosa, dan mengeluarkan semua hartaku sebagai shadaqah." Rasulullah SAW menjawab, "Cukuplah kamu menyedekahkan sepertiganya" (Shahih) sanadnya.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ فِي قِصَّتِهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي إِلَى اللَّهِ أَنْ أَخْرُجَ مِنْ مَالِي كُلِّهِ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ صَدَقَةً قَالَ لَا قُلْتُ فَنِصْفُهُ قَالَ لَا قُلْتُ فَثُلُثُهُ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَإِنِّي سَأُمْسِكُ سَهْمِي مِنْ خَيْبَرَ

3321. Dari Ka'ab bin Malik... (dalam kisahnya), katanya: Aku berkata kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya termasuk taubatku kepada Allah adalah mengeluarkan semua hartaku kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai shadaqah." Rasulullah SAW bersabda, "Jangan." Aku berkata, "Setengahnya?" Rasulullah SAW berkata, "Jangan." Aku berkata, "Sepertiganya?" Rasulullah SAW berkata, "Ya." Aku berkata, "Sesungguhnya aku akan menahan bagianku yang ada di Khaibar." (Hasan Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 28. Nadzar Pada Sesuatu yang Tidak Dimiliki




عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ كَانَتْ الْعَضْبَاءُ لِرَجُلٍ مِنْ بَنِي عُقَيْلٍ وَكَانَتْ مِنْ سَوَابِقِ الْحَاجِّ قَالَ فَأُسِرَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي وَثَاقٍ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ عَلَيْهِ قَطِيفَةٌ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ عَلَامَ تَأْخُذُنِي وَتَأْخُذُ سَابِقَةَ الْحَاجِّ قَالَ نَأْخُذُكَ بِجَرِيرَةِ حُلَفَائِكَ ثَقِيفَ قَالَ وَكَانَ ثَقِيفُ قَدْ أَسَرُوا رَجُلَيْنِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَقَدْ قَالَ فِيمَا قَالَ وَأَنَا مُسْلِمٌ أَوْ قَالَ وَقَدْ أَسْلَمْتُ فَلَمَّا مَضَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو دَاوُد فَهِمْتُ هَذَا مِنْ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى نَادَاهُ يَا مُحَمَّدُ يَا مُحَمَّدُ قَالَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِيمًا رَفِيقًا فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ مَا شَأْنُكَ قَالَ إِنِّي مُسْلِمٌ قَالَ لَوْ قُلْتَهَا وَأَنْتَ تَمْلِكُ أَمْرَكَ أَفْلَحْتَ كُلَّ الْفَلَاحِ قَالَ أَبُو دَاوُد ثُمَّ رَجَعْتُ إِلَى حَدِيثِ سُلَيْمَانَ قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي جَائِعٌ فَأَطْعِمْنِي إِنِّي ظَمْآنٌ فَاسْقِنِي قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ حَاجَتُكَ أَوْ قَالَ هَذِهِ حَاجَتُهُ فَفُودِيَ الرَّجُلُ بَعْدُ بِالرَّجُلَيْنِ قَالَ وَحَبَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَضْبَاءَ لِرَحْلِهِ قَالَ فَأَغَارَ الْمُشْرِكُونَ عَلَى سَرْحِ الْمَدِينَةِ فَذَهَبُوا بِالْعَضْبَاءِ قَالَ فَلَمَّا ذَهَبُوا بِهَا وَأَسَرُوا امْرَأَةً مِنْ الْمُسْلِمِينَ قَالَ فَكَانُوا إِذَا كَانَ اللَّيْلُ يُرِيحُونَ إِبِلَهُمْ فِي أَفْنِيَتِهِمْ قَالَ فَنُوِّمُوا لَيْلَةً وَقَامَتْ الْمَرْأَةُ فَجَعَلَتْ لَا تَضَعُ يَدَهَا عَلَى بَعِيرٍ إِلَّا رَغَا حَتَّى أَتَتْ عَلَى الْعَضْبَاءِ قَالَ فَأَتَتْ عَلَى نَاقَةٍ ذَلُولٍ مُجَرَّسَةٍ قَالَ فَرَكِبَتْهَا ثُمَّ جَعَلَتْ لِلَّهِ عَلَيْهَا إِنْ نَجَّاهَا اللَّهُ لَتَنْحَرَنَّهَا قَالَ فَلَمَّا قَدِمَتْ الْمَدِينَةَ عُرِفَتْ النَّاقَةُ نَاقَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ فَأَرْسَلَ إِلَيْهَا فَجِيءَ بِهَا وَأُخْبِرَ بِنَذْرِهَا فَقَالَ بِئْسَ مَا جَزَيْتِيهَا أَوْ جَزَتْهَا إِنْ اللَّهُ أَنْجَاهَا عَلَيْهَا لَتَنْحَرَنَّهَا لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ

قَالَ أَبُو دَاوُد وَالْمَرْأَةُ هَذِهِ امْرَأَةُ أَبِي ذَرٍّ

3316. Dari Imran bin Hushain, ia berkata: Seorang lelaki dari Bani Uqail mempunyai onta yang mempunyai julukan Adhba' (makna aslinya, yang terbelah kupingnya) dan merupakan onta pilihan bagi orang yang berhaji. Lelaki tersebut ditawan, lalu mendatangi Rasulullah SAW dalam keadaan masih diikat sedangkan Nabi SAW berada di atas keledai yang ada kain beludrunya. Lelaki tersebut berkata kepada Nabi SAW, "Wahai Muhammad! Atas dasar apa kamu menawanku dan onta pilihan orang haji itu?" Rasulullah SAW berkata, "Aku menawanmu karena dosa-dosa aliansimu dari Bani Tsaqif." Bani Tsaqif pada waktu itu telah menawan dua orang muslim dari sahabat Rasulullah SAW.

Imran berkata: Lelaki tersebut berkata, "Aku adalah seorang muslim," —atau berkata: Aku telah masuk Islam. Setelah Nabi SAW pergi membiarkannya, lelaki tersebut memanggil, "Wahai Muhammad! Wahai Muhammad!". Imran berkata, "Nabi SAW adalah orang yang mempunyai sifat belas kasih sehingga beliau kembali kepada lelaki tersebut. Nabi SAW berkata, "Ada apa denganmu? Lelaki itu menjawab, "Sesungguhnya aku adalah seorang muslim." Rasulullah SAW berkata, "Seandainya kamu mengucapkan kata-kata itu dan kamu memiliki perkaramu, maka kamu sangat beruntung."

Lelaki itu berkata, "Wahai Muhammad! Sungguh aku lapar berilah aku makan, sungguh aku haus berilah aku minum." Rasulullah SAW berkata, "Apakah ini kebutuhanmu?" —Atau: Inilah kebutuhannya. Setelah itu lelaki tersebut ditebus dengan dua tawanan dan Rasulullah SAW menahan onta Adhba'  kendaraan lelaki tersebut.

Kemudian orang-orang musyrik menyerang daerah Madinah pada malam hari dan mereka membawa pergi onta Adhba' tersebut. mereka membawa pergi onta itu dan menawan seorang perempuan dari kaum muslimin. Saat malam mulai gelap mereka mengistirahatkan onta-onta mereka di halaman. Mareka tertidur dan perempuan muslim itu bangkit, dan berusaha tidak meletakkan tangannya pada onta agar onta tersebut tidak bersuara, sampai ia mendatangi onta Adhba '

Imran berkata, "Lalu perempuan muslim itu mendatangi onta yang hina dan ada loncengnya. Ia menaiki onta tersebut dan berjanji kepada Allah, jika ia selamat, ia akan menyembelih onta itu. Setelah sampai di Madinah, onta tersebut diketahui orang-orang, lalu Rasulullah SAW diberi informasi tentang itu. Rasulullah mengutus (seseorang) untuk datang ke perempuan tersebut. Perempuan itu datang dan memberitahu tentang nadzarnya pada onta tersebut. Rasulullah SAW berkata, "Alangkah buruknya balasan yang engkau berikan pada onta itu, atau balasannya terhadap onta ituyaitu sesungguhnya jika Allah menyelamatkannya, perempuan itu akan menyembelih onta tersebut. Tidak boleh menepati nadzar untuk bermaksiat kepada Allah dan nadzar pada sesuatu yang tidak dimilikiya. " (Shahih: Muslim).

Abu Daud berkata, "Perempuan tersebut adalah istri Abu Dzar."

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 27. Perintah Memenuhi Nadzar



عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَضْرِبَ عَلَى رَأْسِكَ بِالدُّفِّ قَالَ أَوْفِي بِنَذْرِكِ قَالَتْ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَذْبَحَ بِمَكَانِ كَذَا وَكَذَا مَكَانٌ كَانَ يَذْبَحُ فِيهِ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ لِصَنَمٍ قَالَتْ لَا قَالَ لِوَثَنٍ قَالَتْ لَا قَالَ أَوْفِي بِنَذْرِكِ

3312. Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash bahwasanya seorang perempuan datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku bernadzar untuk memukul rebana di hadapanmu." Rasulullah SAW berkata, "Laksanakanlah nadzarmu itu! Perempuan tersebut berkata, "Sesungguhnya aku bernadzar menyembelih di tempat ini dan itu —tempat yang biasa digunakan menyembelih orang-orang Jahiliyah—. Rasulullah SAW bertanya, "Apakah untuk berhala?" Perempuan itu menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bertanya lagi, "Untuk patung?" Perempuan itu menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Tepatilah nadzarmu itu!" (Hasan) Al Irwa' (nomor 4587)

ثَابِتُ بْنُ الضَّحَّاكِ قَالَ نَذَرَ رَجُلٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَنْحَرَ إِبِلًا بِبُوَانَةَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَنْحَرَ إِبِلًا بِبُوَانَةَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ كَانَ فِيهَا وَثَنٌ مِنْ أَوْثَانِ الْجَاهِلِيَّةِ يُعْبَدُ قَالُوا لَا قَالَ هَلْ كَانَ فِيهَا عِيدٌ مِنْ أَعْيَادِهِمْ قَالُوا لَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْفِ بِنَذْرِكَ فَإِنَّهُ لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ

3313. Dari Tsabit bin Adh-Dhahhak, ia berkata: Seseorang bernadzar pada masa Rasulullah SAW untuk menyembelih onta di Buwanah, lalu dia mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, "Sesungguhnya aku bernadzar menyembelih di Buwanah." Rasulullah SAW bertanya, "Apakah di situ ada berhala Jahiliyah yang disembah?" Mereka (para sahabat) menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bertanya lagi, "Apakah di situ dilaksanakan hari raya Jahiliyah?'''' Mereka menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Tepatilah nadzarmu itu, karena, tidak boleh melakukan nadzar dalam maksiat kepada Allah dan dalam perkara yang tidak dimiliki anak Adam. " (Shahih) Al Misykah 3437

مَيْمُونَةَ بِنْتَ كَرْدَمٍ قَالَتْ خَرَجْتُ مَعَ أَبِي فِي حِجَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلْتُ أُبِدُّهُ بَصَرِي فَدَنَا إِلَيْهِ أَبِي وَهُوَ عَلَى نَاقَةٍ لَهُ مَعَهُ دِرَّةٌ كَدِرَّةِ الْكُتَّابِ فَسَمِعْتُ الْأَعْرَابَ وَالنَّاسَ يَقُولُونَ الطَّبْطَبِيَّةَ الطَّبْطَبِيَّةَ فَدَنَا إِلَيْهِ أَبِي فَأَخَذَ بِقَدَمِهِ قَالَتْ فَأَقَرَّ لَهُ وَوَقَفَ فَاسْتَمَعَ مِنْهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ إِنْ وُلِدَ لِي وَلَدٌ ذَكَرٌ أَنْ أَنْحَرَ عَلَى رَأْسِ بُوَانَةَ فِي عَقَبَةٍ مِنْ الثَّنَايَا عِدَّةً مِنْ الْغَنَمِ قَالَ لَا أَعْلَمُ إِلَّا أَنَّهَا قَالَتْ خَمْسِينَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ بِهَا مِنْ الْأَوْثَانِ شَيْءٌ قَالَ لَا قَالَ فَأَوْفِ بِمَا نَذَرْتَ بِهِ لِلَّهِ قَالَتْ فَجَمَعَهَا فَجَعَلَ يَذْبَحُهَا فَانْفَلَتَتْ مِنْهَا شَاةٌ فَطَلَبَهَا وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ أَوْفِ عَنِّي نَذْرِي فَظَفِرَهَا فَذَبَحَهَا

3314. Dari Maimunah binti Kardam, ia berkata: Aku keluar bersama ayahku dalam haji yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, lalu aku melihat Rasulullah SAW dan aku mendengar orang-orang berkata, "Rasulullah." Pandanganku terus mengikuti Rasulullah, lalu ayahku mendekatinya dalam keadaan berkendaraan onta dan membawa cambuk seperti cambuk para juru tulis. Aku mendengar orang-orang badui dan yang lain berkata, "Pembawa cambuk! Pembawa cambuk!" ayahku mendekati Rasulullah lalu memegang kakinya.

Maimunah melanjutkann kisahnya: Kemudian ayahku mengakui (risalah Rasulullah SAW) dan berdiri mendengarkannya. Setelah itu ayahku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku bernadzar, jika mempunyai anak laki-laki, aku akan menyembelih beberapa kambing di atas Gunung Buwanah, yaitu di jalan tanjakan gunung." —Perawi hadits berkata: Aku tidak tahu kecuali perempuan (Maimunah) itu mengucapkan lima puluh kambing

Rasulullah SAW bertanya, "Apakah di sana ada berhalanya?" Ayahku menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Tepatilah apa yang kamu nadzarkan itu karena Allah.'" Maimunah melanjutkan kisahnya: Kemudian ayahku mengumpulkan kambing-kambing itu dan menyembelihnya. Akan tetapi ada satu kambing yang terlepas, lalu ayahku mengejarnya dan bedoa, "Ya Allah, tepatilah dariku nadzarku." Maka kambing yang terlepas itu tertangkap lalu disembelih ayahku. (Shahih: Ibnu Majah) 2131

عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ كَرْدَمِ بْنِ سُفْيَانَ عَنْ أَبِيهَا نَحْوَهُ مُخْتَصَرٌ مِنْهُ شَيْءٌ قَالَ هَلْ بِهَا وَثَنٌ أَوْ عِيدٌ مِنْ أَعْيَادِ الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ لَا قُلْتُ إِنَّ أُمِّي هَذِهِ عَلَيْهَا نَذْرٌ وَمَشْيٌ أَفَأَقْضِيهِ عَنْهَا وَرُبَّمَا قَالَ ابْنُ بَشَّارٍ أَنَقْضِيهِ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ

3315. Dari Maimunah binti Kardam bin Sufyan dari ayahnya... seperti hadits di atas. Rasulullah SAW bertanya, "Apakah di sana ada berhalanya atau ada hari raya Jahiliyah?" Ayahku menjawab, 'Tidak." Aku berkata, "Sesungguhnya ibuku mempunyai nadzar berjalan, apakah aku melaksanakan nadzar ibuku itu?" -terkadang Ibnu Basyar (perawi) meriwayatkan: Apakah kami yang melakukan nadzar ibuku itu?— Rasulullah SAW bersabda, "Ya." (Shahih) sumbernya sama dengan di atas.

26 xxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 25. Qadha Nadzar Orang yang Sudah Mati



عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ اسْتَفْتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا نَذْرٌ لَمْ تَقْضِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْضِهِ عَنْهَا

3307. Dari Abdullah bin Abbas bahwasanya Sa'ad bin Ubadah meminta fatwa kepada Rasulullah SAW, ia berkata, "Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia dan dia mempunyai nadzar yang belum dilaksanakan." Rasulullah SAW berkata, "Laksanakanlah nadzar ibumu itu. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ امْرَأَةً رَكِبَتْ الْبَحْرَ فَنَذَرَتْ إِنْ نَجَّاهَا اللَّهُ أَنْ تَصُومَ شَهْرًا فَنَجَّاهَا اللَّهُ فَلَمْ تَصُمْ حَتَّى مَاتَتْ فَجَاءَتْ ابْنَتُهَا أَوْ أُخْتُهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهَا أَنْ تَصُومَ عَنْهَا

3308. Dari Ibnu Abbas bahwasanya seorang perempuan berlayar di laut. Ia bernadzar untuk melakukan puasa selama satu bulan jika Allah menyelamatkannya. Lalu Allah menyelamatkan perempuan itu, namun ia tidak melakukan puasa tersebut sampai dia meninggal dunia. Anak perempuannya —atau saudaranya— datang kepada Rasulullah, kemudian Rasulullah SAW memerintah kepadanya untuk berpuasa atas nadzar ibunya itu. (Shahih: An-Nasai) 3816

عَنْ بُرَيْدَةَ أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كُنْتُ تَصَدَّقْتُ عَلَى أُمِّي بِوَلِيدَةٍ وَإِنَّهَا مَاتَتْ وَتَرَكَتْ تِلْكَ الْوَلِيدَةَ قَالَ قَدْ وَجَبَ أَجْرُكِ وَرَجَعَتْ إِلَيْكِ فِي الْمِيرَاثِ قَالَتْ وَإِنَّهَا مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ

3309. Dari Buraidah bahwasanya seorang perempuan datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata, "Aku telah bershadaqah pada ibuku dengan hamba sahaya perempuan, lalu ibuku meninggal dunia dan meninggalkan hamba perempuan itu." Rasulullah SAW bersabada, "Kamu telah mendapat pahala dan hamba perempuan itu kembali kepadamu sebagai harta warisan. Perempuan itu berkata, "Ibuku meninggal dunia dan masih mempunyai kewajiban berpuasa satu bulan." ...Perawi menuturkan seperti hadits sebelumnya. (Shahih: Ibnu Majah) 1759 dan 2394

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 24. Orang Bernadzar Melakukan Shalat di Baitul Maqdis




عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَجُلًا قَامَ يَوْمَ الْفَتْحِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ لِلَّهِ إِنْ فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكَ مَكَّةَ أَنْ أُصَلِّيَ فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ رَكْعَتَيْنِ قَالَ صَلِّ هَاهُنَا ثُمَّ أَعَادَ عَلَيْهِ فَقَالَ صَلِّ هَاهُنَا ثُمَّ أَعَادَ عَلَيْهِ فَقَالَ شَأْنُكَ إِذَنْ

3305. Dari Jabir bin Abdullah bahwasanya seorang lelaki berdiri pada hari kemenangan atas kota Makkah. Lelaki tersebut berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku bernadzar karena Allah, jika Allah memenangkanmu atas kota Makkah, maka aku akan melakukan shalat di Baitul Maqdis sebanyak dua rakaat." Rasulullah SAW bersabda, "Shalatlah di sini," kemudian beliau mengulanginya lagi, "Shalatlah di sini." Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Kalau begitu, terserah kamu." (Shahih) Al Irwa' (nomor 2597)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 23. Memenuhi Nadzar Maksiat Harus (Membayar) Kafarat




عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نَذْرَ فِي مَعْصِيَةٍ وَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ يَمِينٍ

3290. Dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada nadzar dalam maksiat, (dan bagi orang yang memenuhi nadzar maksiat) maka kafaratnya seperti kafarat sumpah. " (Shahih)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ فِي مَعْصِيَةٍ وَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ يَمِينٍ

3292. Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada nadzar dalam maksiat, (dan bagi orang yang memenuhinya) maka kafaratnya adalah seperti kafarat sumpah." (Shahih) sama dengan yang sebelumnya.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ أُخْتَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ نَذَرَتْ أَنْ تَمْشِيَ إِلَى الْبَيْتِ فَأَمَرَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَرْكَبَ وَتُهْدِيَ هَدْيًا

3296. Dari Abdullah bin Abbas bahwa saudari Uqbah bin Amir bernadzar hendak berjalan kaki menuju Baitulharam, kemudian Rasulullah SAW menyuruhnya naik kendaraan lalu membayar damnya (dengan menyembelih kambing). {Shahih) lihat hadits sebelumnya.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا بَلَغَهُ أَنَّ أُخْتَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ مَاشِيَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنْ نَذْرِهَا مُرْهَا فَلْتَرْكَبْ

3297. Dari Ibnu Abbas bahwa ketika Rasulullah SAW disampaikan tentang saudari Uqbah bin Amir yang bernadzar pergi haji dengan berjalan kaki, beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari nadzarnya, perintahkan kepadanya untuk naik kendaraan. " (Shahih) lihat hadits sebelumnya.

وَقَالَ فِيهِ مُرْ أُخْتَكَ فَلْتَرْكَبْ

3298. Dari Ibnu Abbas... dalam riwayat ini, beliau bersabda, "Perintahkan saudarimu itu untuk naik kendaraan. " (Shahih) seperti hadits sebelumnya.

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ نَذَرَتْ أُخْتِي أَنْ تَمْشِيَ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ فَأَمَرَتْنِي أَنْ أَسْتَفْتِيَ لَهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِتَمْشِ وَلْتَرْكَبْ

3299. Dari Uqbah bin Amir Al Juhani, ia berkata: Saudariku telah nadzar untuk datang ke Baitullah dengan berjalan kaki, kemudian ia memintaku supaya aku menghadap Rasulullah SAW meminta fatwa seputar nadzarnya. Kemudian, beliau memberikan fatwa, "Hendaknya ia berjalan kaki dan menaiki kendaraan. " (Shahih) Al Irwa' (8/219) hadits riwayat Bukhari.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ إِذَا هُوَ بِرَجُلٍ قَائِمٍ فِي الشَّمْسِ فَسَأَلَ عَنْهُ قَالُوا هَذَا أَبُو إِسْرَائِيلَ نَذَرَ أَنْ يَقُومَ وَلَا يَقْعُدَ وَلَا يَسْتَظِلَّ وَلَا يَتَكَلَّمَ وَيَصُومَ قَالَ مُرُوهُ فَلْيَتَكَلَّمْ وَلْيَسْتَظِلَّ وَلْيَقْعُدْ وَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ

3300. Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Sewaktu Rasulullah SAW sedang berkhutbah, tiba-tiba (beliau melihat) seorang laki-laki berdiri diterik matahari, kemudian beliau bertanya, "Siapakah dia?" Para sahabat menjawab, "Dia adalah Abu Israil. Dia tengah bernadzar untuk berdiri, tidak duduk, tidak berteduh, tidak bicara dan dia sedang berpuasa."

Beliau bersabda, "Perintahkan supaya dia bicara, berteduh, duduk dan menyempurnakan puasanya. " {Shahih: Bukhari) Al Irwa' juz 8/ 218.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يُهَادَى بَيْنَ ابْنَيْهِ فَسَأَلَ عَنْهُ فَقَالُوا نَذَرَ أَنْ يَمْشِيَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنْ تَعْذِيبِ هَذَا نَفْسَهُ وَأَمَرَهُ أَنْ يَرْكَبَ

3301. Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW melihat seorang laki-laki berjalan diapit kedua anaknya, kemudian beliau bertanya tentangnya. Para sahabat memberitahukan bahwa laki-laki tersebut sedang bernadzar untuk berjalan, kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari siksaan orang ini terhadap dirinya sendiri. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ وَهُوَ يَطُوفُ بِالْكَعْبَةِ بِإِنْسَانٍ يَقُودُهُ بِخِزَامَةٍ فِي أَنْفِهِ فَقَطَعَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ وَأَمَرَهُ أَنْ يَقُودَهُ بِيَدِهِ

3302. Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW ketika sedang berthawaf melewati orang yang dituntun dengan tali dihidungnya, kemudian beliau memutuskan tali tersebut dengan tangan beliau sendiri dan memerintahkan agar orang tersebut dituntun dengan tangannya. {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ أُخْتَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ مَاشِيَةً وَأَنَّهَا لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنْ مَشْيِ أُخْتِكَ فَلْتَرْكَبْ وَلْتُهْدِ بَدَنَةً

3303. Dari Ibnu Abbas bahwa saudari Uqbah bin Amir telah bernadzar untuk pergi haji dengan berjalan kaki, akan tetapi ia tidak mampu melakukan itu, kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari jalannya saudarimu ini, maka (perintahkan agar ia) naik kendaraan dan berkurbanlah dengan onta yang gemuk. " (Shahih) lihat 3297

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّهُ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُخْتِي نَذَرَتْ أَنْ تَمْشِيَ إِلَى الْبَيْتِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَصْنَعُ بِمَشْيِ أُخْتِكَ إِلَى الْبَيْتِ شَيْئًا

3304. Dari Uqbah bin Amir Al Juhani bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah SAW, "Sesungguhnya saudariku telah bernadzar berjalan kaki ke Baitullah?" Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak akan berbuat sesuatu sedikitpun atas jalannya saudarimu ke Baitullah." (Shahih) lihat hadits sebelumnya.

22 xxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 21. Larangan Bernadzar


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْ النَّذْرِ ثُمَّ اتَّفَقَا وَيَقُولُ لَا يَرُدُّ شَيْئًا وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنْ الْبَخِيلِ قَالَ مُسَدَّدٌ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّذْرُ لَا يَرُدُّ شَيْئًا

3287. Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Rasulullah SAW melarang melakukan nadzar kemudian mereka berdua menyepakatinya. Beliau bersabda, "Nadzar tidak dapat mengembalikan sesuatu. Ia hanya dikeluarkan oleh orang bakhil. "

Musaddad (perawi hadits) berkata, "Nadzar tidak mengembalikan sesuatu." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَأْتِي ابْنَ آدَمَ النَّذْرُ الْقَدَرَ بِشَيْءٍ لَمْ أَكُنْ قَدَّرْتُهُ لَهُ وَلَكِنْ يُلْقِيهِ النَّذْرُ الْقَدَرَ قَدَّرْتُهُ يُسْتَخْرَجُ مِنْ الْبَخِيلِ يُؤْتِي عَلَيْهِ مَا لَمْ يَكُنْ يُؤْتِي مِنْ قَبْلُ

3288. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, "nadzar seorang manusia tidak bisa mendatangkan suatu takdir yang telah ditetapkan Allah baginya, Akan tetapi nadzar memberikan takdir yang telah ditetapkan Allah, yang dikeluarkan dari orang bakhil, yang tidak diberikan orang bakhil sebelum dia bernadzar." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)


Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 20. Pengecualian Sumpah setelah Terdiam (Sesaat)



عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَاللَّهِ لَأَغْزُوَنَّ قُرَيْشًا وَاللَّهِ لَأَغْزُوَنَّ قُرَيْشًا وَاللَّهِ لَأَغْزُوَنَّ قُرَيْشًا ثُمَّ قَالَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

3285. Dari Ikrimah: Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah, aku akan memerangi (kaum) Quraisy, Demi Allah, aku akan memerangi (kaum) Quraisy, Demi Allah, aku akan memerangi (kaum) Quraisy!" Kemudian beliau bersabda lagi, "Insya Allah. " (Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 19. Budak Perempuan yang Beriman


عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ الْحَكَمِ السُّلَمِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ جَارِيَةٌ لِي صَكَكْتُهَا صَكَّةً فَعَظَّمَ ذَلِكَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ أَفَلَا أُعْتِقُهَا قَالَ ائْتِنِي بِهَا قَالَ فَجِئْتُ بِهَا قَالَ أَيْنَ اللَّهُ قَالَتْ فِي السَّمَاءِ قَالَ مَنْ أَنَا قَالَتْ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ

3282. Dari Mu'awiyah bin Hakam As-Sulami, katanya: aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah memukul budak perempuanku! (Mendengar ini) beliau menggangap besar hal itu, lalu kukatakan pada beliau, "mungkinkah aku memerdekakannya?" Beliau bersabda, "Ajaklah ia datang kemari!"

Muawiyah berkata: Maka aku mengajaknya (menghadap Rasulullah). Beliau bersabda (kepada budak tadi), "Dimanakah Allah?" Budak itu menjawab, "Di langit." Beliau bersabda lagi, "Siapakah aku?" Budak menjawab, "Engkau adalah utusan Allah." Kemudian, beliau bersabda, "Merdekakan dia, sesungguhnya budak perempuan ini orang beriman. " (Shahih: Muslim) hadits disebutkan di depan dalam Judul: pembahasan tentang Shalat, bab mendoakan Orang yang Bersin.

عَنْ الشَّرِيدِ أَنَّ أُمَّهُ أَوْصَتْهُ أَنْ يَعْتِقَ عَنْهَا رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي أَوْصَتْ أَنْ أُعْتِقَ عَنْهَا رَقَبَةً مُؤْمِنَةً وَعِنْدِي جَارِيَةٌ سَوْدَاءُ نُوبِيَّةٌ فَذَكَرَ نَحْوَهُ

3283. Dari Syarid bahwa ibunya berwasiat kepadanya agar ia memerdekakan budak perempuan mukmin untuknya, kemudian ia datang kepada Nabi SAW, Syarid berkata, "Wahai Rasulullah, sesunggguhnya ibuku telah berwasiat kepadaku agar aku memerdekakan budak perempuan yang mukmin untuknya, sedangkan aku memiliki budak hitam nubiyah... (perawi melanjutkan hadits yang semisal di atas)." (Hasan Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 18. Berapa Sha kafarah sumpah?

مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ خَلَّادٍ أَبُو عُمَرَ قَالَ كَانَ عِنْدَنَا مَكُّوكٌ يُقَالُ لَهُ مَكُّوكُ خَالِدٍ وَكَانَ كَيْلَجَتَيْنِ بِكَيْلَجَةِ هَارُونَ

قَالَ مُحَمَّدٌ صَاعُ خَالِدٍ صَاعُ هِشَامٍ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الْمَلِكِ

3280. Memberikan hadits kepada kami Muhammad bin Muhammad bin Khalad Abu Amru, katanya, "Kami memiliki makuk dikenal makuk Khalid. Satu makuk sama dengan dua kali timbangan (kailajah) Harun.

Muhammad berkata, "Satu Sha' Khalid sama dengan satu Sha' Hisyam bin Abdul Malik." (Shahih) sanadnya Maqthu'.

عَنْ أُمَيَّةَ بْنِ خَالِدٍ قَالَ لَمَّا وُلِّيَ خَالِدٌ الْقَسْرِيُّ أَضْعَفَ الصَّاعَ فَصَارَ الصَّاعُ سِتَّةَ عَشَرَ رِطْلًا

قَالَ أَبُو دَاوُد مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ خَلَّادٍ قَتَلَهُ الزِّنْجُ صَبْرًا فَقَالَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَمَدَّ أَبُو دَاوُدَ يَدَهُ وَجَعَلَ بُطُونَ كَفَّيْهِ إِلَى الْأَرْضِ قَالَ وَرَأَيْتُهُ فِي النَّوْمِ فَقُلْتُ مَا فَعَلَ اللَّهُ بِكَ قَالَ أَدْخَلَنِي الْجَنَّةَ فَقُلْتُ فَلَمْ يَضُرَّكَ الْوَقْفُ

3281. Dari Umayyah bin Khalid, dia berkata: ketika Khalid Al Qashri menjadi gubernur, dia menggandakan satu sha' menjadi 16 liter. (Shahih) Maqtu'.

Abu Daud berkata: Muhammad bin Muhammad bin Khalad ini adalah salah seorang yang menghadapi pembantaian Bangsa kulit hitam dengan sabar. —Abu Daud mencontohkan dengan tangannya dengan menjadikan bagian dalam telapak tangannya menempel bumi—. Saya melihatnya dalam mimpi, kutanyakan, "Apa yang kamu terima dari Allah?" Muhammad bin Muhammad menjawab, "Dia (Allah) telah memasukkanku ke dalam surga." Saya berkata, "Jadi posisimu (kala itu) tidak menjadi madharat!"

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 17. Sumpah yang Diampuni


عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنِّي وَاللَّهِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَا أَحْلِفُ عَلَى يَمِينٍ فَأَرَى غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا كَفَّرْتُ عَنْ يَمِينِي وَأَتَيْتُ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ أَوْ قَالَ إِلَّا أَتَيْتُ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ وَكَفَّرْتُ يَمِينِي

3276. Dari Abu Musa bahwa Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya aku, demi Allah -jika Allah mengizinkan- tidak akan bersumpah jika aku melihat ada sisi lain yang lebih baik darinya, akupun menghapus sumpahku dan aku akan mendatangi yang lebih baik dari itu, —atau sabdanya, "Kecuali aku akan datangi yang lebih baik tadi sebagai kafarat sumpahku. " {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ إِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ وَكَفِّرْ يَمِينَكَ

قَالَ أَبُو دَاوُد سَمِعْت أَحْمَدَ يُرَخِّصُ فِيهَا الْكَفَّارَةَ قَبْلَ الْحِنْثِ

3277. Dari Abdurrahman bin Samurah, ia berkata: Nabi SAW bersabda kepadaku, "Hai Abdurrahman bin Samurah, ketika kamu bersumpah, kemudian kamu melihat ada yang lebih baik (daripada memenuhi sumpah tersebut), maka datangilah yang lebih baik tersebut, (sesungguhnya) itu merupakan kafarah sumpahmu." (Shahih: Muttafaq 'Alaih) Silakan melihat keterangan hadits di atasnya.

Abu Daud berkata: Saya mendengar Imam Ahmad memberikan keringanan kafarah sumpah sepanjang belum dilanggar.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ نَحْوَهُ قَالَ فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ ثُمَّ ائْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ قَالَ أَبُو دَاوُد أَحَادِيثُ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ وَعَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ رُوِيَ عَنْ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ فِي بَعْضِ الرِّوَايَةِ الْحِنْثُ قَبْلَ الْكَفَّارَةِ وَفِي بَعْضِ الرِّوَايَةِ الْكَفَّارَةُ قَبْلَ الْحِنْثِ

3278. Dari Abdurrahman bin Samurah, seperti hadits di atas.

Perawi berkata, "Maka bayarlah kafarah sumpahmu dengan mendatangi sesuatu yang (kamu lihat) lebih baik (daripada melaksanakan sumpah tersebut)." {Shahih: Muttafaq 'Alaih) Silakan melihat keterangan hadits di atasnya.

Abu Daud berkata: Hadits riwayat Abu Musa Al Asy'ari, Adi bin Hatim dan Abu Hurairah ini kadang diriwayatkan dengan "Pelanggaran sebelum kafarah" dan kadang pula diriwayatkan "kafarahnya sebelum melanggar ".

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 16. Sengaja Bersumpah Dusta


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَجُلَيْنِ اخْتَصَمَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّالِبَ الْبَيِّنَةَ فَلَمْ تَكُنْ لَهُ بَيِّنَةٌ فَاسْتَحْلَفَ الْمَطْلُوبَ فَحَلَفَ بِاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلَى قَدْ فَعَلْتَ وَلَكِنْ قَدْ غُفِرَ لَكَ بِإِخْلَاصِ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

قَالَ أَبُو دَاوُد يُرَادُ مِنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ لَمْ يَأْمُرْهُ بِالْكَفَّارَةِ

3275. Dari Abdullah bin Abbas bahwa ada dua orang sedang bertengkar mengadu kepada Rasulullah SAW Ketika beliau meminta bukti pada pihak pendakwa, pihak pendakwa tidak memilikinya, lalu beliau meminta pihak yang didakwa untuk bersumpah, sehingga bersumpahlah pihak yang didakwa dengan nama Allah yang tiada tuhan selain-Nya. setelah itu, beliau bersabda, "Baik, kamu telah melakukannya, akan tetapi dosamu telah diampuni akibat (hatimu yang) ikhlas mengucapkan, 'La ilaha illallah (tiada tuhan selain Allah)'." {Shahih)

Abu Daud berkata: Dari hadits ini dipahami bahwa beliau tidak memerintahkannya untuk membayar kafarah.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 15. Bersumpah Memutuskan Silaturrahim


عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نَذْرَ إِلَّا فِيمَا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ وَلَا يَمِينَ فِي قَطِيعَةِ رَحِمٍ

3273. Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak (termasuk) nadzar kecuali nadzar guna menggapai jalan (menuju) Allah. Memutuskan tali silaturrahim bukanlah (termasuk dalam kategori) sumpah." (Hasan) hadits semisalnya telah disebutkan di awal dalam bahasan talak.

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَذْرَ وَلَا يَمِينَ فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ وَلَا فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِي قَطِيعَةِ رَحِمٍ وَمَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَى غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَلْيَدَعْهَا وَلْيَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ فَإِنَّ تَرْكَهَا كَفَّارَتُهَا

3274. Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak (termasuk) nadzar dan sumpah bagi suatu hal yang tidak dimiliki Bani Adam, dan tidak (termasuk) sumpah pula melakukan maksiat kepada Allah SWT dan memutuskan tali silaturrahim. Siapa bersumpah, kemudian ia melihat yang lebih baik (daripada memenuhi sumpahnya), lalu ia meninggalkan sumpahnya dan mendatangi yang lebih baik tersebut, maka meninggalkan sumpahnya itu merupakan kafarat bagi sumpah yang dilakukannya. " (Hasan) kecuali redaksi, "Siapa yang bersumpah..." Redaksi ini mungkar, Silakan lihat kitab Adh-Dha'ifah 1365