Rabu, 04 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 32. Orang yang Bernadzar Pada Masa Jahiliyah




عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ لَيْلَةً فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْفِ بِنَذْرِكَ

3325. Dari Umar bahwasanya ia berkata, "Wahai Rasulullah, Sesungguhnya aku bernadzar pada masa Jahiliyah untuk beriktikaf di Masjidil Haram pada malam hari." Rasulullah SAW berkata pada Umar, "Tepatilah nadzarmu itu. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih) telah berlalu pada pembahasan tentang puasa.

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 31. Orang yang Bernadzar, Tetapi Tidak Menyebutkan Apa Nadzarnya



عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَفَّارَةُ النَّذْرِ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ

3323. Dari Uqbah bin Amir, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Kafarahnya nadzar adalah seperti kaffarahnya sumpah. " (Shahih: Muslim).

30 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 29. Orang yang Nadzar Untuk Bershadaqah dengan Hartanya


عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي صَدَقَةً إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسِكْ عَلَيْكَ بَعْضَ مَالِكَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قَالَ فَقُلْتُ إِنِّي أُمْسِكُ سَهْمِيَ الَّذِي بِخَيْبَرَ

3317. Dari Ka'ab bin Malik, katanya: Aku berkata kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku bertaubat dengan melepaskan hartaku sebagai shadaqah pada Allah dan Rasul-Nya." Rasulullah SAW bersabda, "Tahanlah sebagian hartamu, itu lebih baik bagimu." Lalu aku berkata, "Sesungguhnya aku menahan bagianku yang ada di Khaibar." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَبْدُ اللَّهِ بْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ تِيبَ عَلَيْهِ إِنِّي أَنْخَلِعُ مِنْ مَالِي فَذَكَرَ نَحْوَهُ إِلَى خَيْرٌ لَكَ

3318. Dari Ka'ab bin Malik bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah SAW ketika ia bertaubat, "Sesungguhnya aku melepaskan dari hartaku... perawi menyebutkan seperti hadits di atas, sampai pada 'itu lebih baik bagimu." (Shahih: Muttafaq 'Alaih) lihat hadits sebelumnya.

عَنْ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ أَبُو لُبَابَةَ أَوْ مَنْ شَاءَ اللَّهُ إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ أَهْجُرَ دَارَ قَوْمِي الَّتِي أَصَبْتُ فِيهَا الذَّنْبَ وَأَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي كُلِّهِ صَدَقَةً قَالَ يُجْزِئُ عَنْكَ الثُّلُثُ

3319. Dari Ka'ab bin Malik, bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah SAW, —atau Abu Lubabah, atau orang yang dikehendaki Allah—, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya termasuk taubatku adalah berhijrah dari kaumku, tempat aku melakukan dosa, dan mengeluarkan semua hartaku sebagai shadaqah." Rasulullah SAW menjawab, "Cukuplah kamu menyedekahkan sepertiganya" (Shahih) sanadnya.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ فِي قِصَّتِهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي إِلَى اللَّهِ أَنْ أَخْرُجَ مِنْ مَالِي كُلِّهِ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ صَدَقَةً قَالَ لَا قُلْتُ فَنِصْفُهُ قَالَ لَا قُلْتُ فَثُلُثُهُ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَإِنِّي سَأُمْسِكُ سَهْمِي مِنْ خَيْبَرَ

3321. Dari Ka'ab bin Malik... (dalam kisahnya), katanya: Aku berkata kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya termasuk taubatku kepada Allah adalah mengeluarkan semua hartaku kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai shadaqah." Rasulullah SAW bersabda, "Jangan." Aku berkata, "Setengahnya?" Rasulullah SAW berkata, "Jangan." Aku berkata, "Sepertiganya?" Rasulullah SAW berkata, "Ya." Aku berkata, "Sesungguhnya aku akan menahan bagianku yang ada di Khaibar." (Hasan Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 28. Nadzar Pada Sesuatu yang Tidak Dimiliki




عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ كَانَتْ الْعَضْبَاءُ لِرَجُلٍ مِنْ بَنِي عُقَيْلٍ وَكَانَتْ مِنْ سَوَابِقِ الْحَاجِّ قَالَ فَأُسِرَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي وَثَاقٍ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ عَلَيْهِ قَطِيفَةٌ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ عَلَامَ تَأْخُذُنِي وَتَأْخُذُ سَابِقَةَ الْحَاجِّ قَالَ نَأْخُذُكَ بِجَرِيرَةِ حُلَفَائِكَ ثَقِيفَ قَالَ وَكَانَ ثَقِيفُ قَدْ أَسَرُوا رَجُلَيْنِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَقَدْ قَالَ فِيمَا قَالَ وَأَنَا مُسْلِمٌ أَوْ قَالَ وَقَدْ أَسْلَمْتُ فَلَمَّا مَضَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو دَاوُد فَهِمْتُ هَذَا مِنْ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى نَادَاهُ يَا مُحَمَّدُ يَا مُحَمَّدُ قَالَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِيمًا رَفِيقًا فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ مَا شَأْنُكَ قَالَ إِنِّي مُسْلِمٌ قَالَ لَوْ قُلْتَهَا وَأَنْتَ تَمْلِكُ أَمْرَكَ أَفْلَحْتَ كُلَّ الْفَلَاحِ قَالَ أَبُو دَاوُد ثُمَّ رَجَعْتُ إِلَى حَدِيثِ سُلَيْمَانَ قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي جَائِعٌ فَأَطْعِمْنِي إِنِّي ظَمْآنٌ فَاسْقِنِي قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ حَاجَتُكَ أَوْ قَالَ هَذِهِ حَاجَتُهُ فَفُودِيَ الرَّجُلُ بَعْدُ بِالرَّجُلَيْنِ قَالَ وَحَبَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَضْبَاءَ لِرَحْلِهِ قَالَ فَأَغَارَ الْمُشْرِكُونَ عَلَى سَرْحِ الْمَدِينَةِ فَذَهَبُوا بِالْعَضْبَاءِ قَالَ فَلَمَّا ذَهَبُوا بِهَا وَأَسَرُوا امْرَأَةً مِنْ الْمُسْلِمِينَ قَالَ فَكَانُوا إِذَا كَانَ اللَّيْلُ يُرِيحُونَ إِبِلَهُمْ فِي أَفْنِيَتِهِمْ قَالَ فَنُوِّمُوا لَيْلَةً وَقَامَتْ الْمَرْأَةُ فَجَعَلَتْ لَا تَضَعُ يَدَهَا عَلَى بَعِيرٍ إِلَّا رَغَا حَتَّى أَتَتْ عَلَى الْعَضْبَاءِ قَالَ فَأَتَتْ عَلَى نَاقَةٍ ذَلُولٍ مُجَرَّسَةٍ قَالَ فَرَكِبَتْهَا ثُمَّ جَعَلَتْ لِلَّهِ عَلَيْهَا إِنْ نَجَّاهَا اللَّهُ لَتَنْحَرَنَّهَا قَالَ فَلَمَّا قَدِمَتْ الْمَدِينَةَ عُرِفَتْ النَّاقَةُ نَاقَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ فَأَرْسَلَ إِلَيْهَا فَجِيءَ بِهَا وَأُخْبِرَ بِنَذْرِهَا فَقَالَ بِئْسَ مَا جَزَيْتِيهَا أَوْ جَزَتْهَا إِنْ اللَّهُ أَنْجَاهَا عَلَيْهَا لَتَنْحَرَنَّهَا لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ

قَالَ أَبُو دَاوُد وَالْمَرْأَةُ هَذِهِ امْرَأَةُ أَبِي ذَرٍّ

3316. Dari Imran bin Hushain, ia berkata: Seorang lelaki dari Bani Uqail mempunyai onta yang mempunyai julukan Adhba' (makna aslinya, yang terbelah kupingnya) dan merupakan onta pilihan bagi orang yang berhaji. Lelaki tersebut ditawan, lalu mendatangi Rasulullah SAW dalam keadaan masih diikat sedangkan Nabi SAW berada di atas keledai yang ada kain beludrunya. Lelaki tersebut berkata kepada Nabi SAW, "Wahai Muhammad! Atas dasar apa kamu menawanku dan onta pilihan orang haji itu?" Rasulullah SAW berkata, "Aku menawanmu karena dosa-dosa aliansimu dari Bani Tsaqif." Bani Tsaqif pada waktu itu telah menawan dua orang muslim dari sahabat Rasulullah SAW.

Imran berkata: Lelaki tersebut berkata, "Aku adalah seorang muslim," —atau berkata: Aku telah masuk Islam. Setelah Nabi SAW pergi membiarkannya, lelaki tersebut memanggil, "Wahai Muhammad! Wahai Muhammad!". Imran berkata, "Nabi SAW adalah orang yang mempunyai sifat belas kasih sehingga beliau kembali kepada lelaki tersebut. Nabi SAW berkata, "Ada apa denganmu? Lelaki itu menjawab, "Sesungguhnya aku adalah seorang muslim." Rasulullah SAW berkata, "Seandainya kamu mengucapkan kata-kata itu dan kamu memiliki perkaramu, maka kamu sangat beruntung."

Lelaki itu berkata, "Wahai Muhammad! Sungguh aku lapar berilah aku makan, sungguh aku haus berilah aku minum." Rasulullah SAW berkata, "Apakah ini kebutuhanmu?" —Atau: Inilah kebutuhannya. Setelah itu lelaki tersebut ditebus dengan dua tawanan dan Rasulullah SAW menahan onta Adhba'  kendaraan lelaki tersebut.

Kemudian orang-orang musyrik menyerang daerah Madinah pada malam hari dan mereka membawa pergi onta Adhba' tersebut. mereka membawa pergi onta itu dan menawan seorang perempuan dari kaum muslimin. Saat malam mulai gelap mereka mengistirahatkan onta-onta mereka di halaman. Mareka tertidur dan perempuan muslim itu bangkit, dan berusaha tidak meletakkan tangannya pada onta agar onta tersebut tidak bersuara, sampai ia mendatangi onta Adhba '

Imran berkata, "Lalu perempuan muslim itu mendatangi onta yang hina dan ada loncengnya. Ia menaiki onta tersebut dan berjanji kepada Allah, jika ia selamat, ia akan menyembelih onta itu. Setelah sampai di Madinah, onta tersebut diketahui orang-orang, lalu Rasulullah SAW diberi informasi tentang itu. Rasulullah mengutus (seseorang) untuk datang ke perempuan tersebut. Perempuan itu datang dan memberitahu tentang nadzarnya pada onta tersebut. Rasulullah SAW berkata, "Alangkah buruknya balasan yang engkau berikan pada onta itu, atau balasannya terhadap onta ituyaitu sesungguhnya jika Allah menyelamatkannya, perempuan itu akan menyembelih onta tersebut. Tidak boleh menepati nadzar untuk bermaksiat kepada Allah dan nadzar pada sesuatu yang tidak dimilikiya. " (Shahih: Muslim).

Abu Daud berkata, "Perempuan tersebut adalah istri Abu Dzar."

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 27. Perintah Memenuhi Nadzar



عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَضْرِبَ عَلَى رَأْسِكَ بِالدُّفِّ قَالَ أَوْفِي بِنَذْرِكِ قَالَتْ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَذْبَحَ بِمَكَانِ كَذَا وَكَذَا مَكَانٌ كَانَ يَذْبَحُ فِيهِ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ لِصَنَمٍ قَالَتْ لَا قَالَ لِوَثَنٍ قَالَتْ لَا قَالَ أَوْفِي بِنَذْرِكِ

3312. Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash bahwasanya seorang perempuan datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku bernadzar untuk memukul rebana di hadapanmu." Rasulullah SAW berkata, "Laksanakanlah nadzarmu itu! Perempuan tersebut berkata, "Sesungguhnya aku bernadzar menyembelih di tempat ini dan itu —tempat yang biasa digunakan menyembelih orang-orang Jahiliyah—. Rasulullah SAW bertanya, "Apakah untuk berhala?" Perempuan itu menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bertanya lagi, "Untuk patung?" Perempuan itu menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Tepatilah nadzarmu itu!" (Hasan) Al Irwa' (nomor 4587)

ثَابِتُ بْنُ الضَّحَّاكِ قَالَ نَذَرَ رَجُلٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَنْحَرَ إِبِلًا بِبُوَانَةَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَنْحَرَ إِبِلًا بِبُوَانَةَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ كَانَ فِيهَا وَثَنٌ مِنْ أَوْثَانِ الْجَاهِلِيَّةِ يُعْبَدُ قَالُوا لَا قَالَ هَلْ كَانَ فِيهَا عِيدٌ مِنْ أَعْيَادِهِمْ قَالُوا لَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْفِ بِنَذْرِكَ فَإِنَّهُ لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ

3313. Dari Tsabit bin Adh-Dhahhak, ia berkata: Seseorang bernadzar pada masa Rasulullah SAW untuk menyembelih onta di Buwanah, lalu dia mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, "Sesungguhnya aku bernadzar menyembelih di Buwanah." Rasulullah SAW bertanya, "Apakah di situ ada berhala Jahiliyah yang disembah?" Mereka (para sahabat) menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bertanya lagi, "Apakah di situ dilaksanakan hari raya Jahiliyah?'''' Mereka menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Tepatilah nadzarmu itu, karena, tidak boleh melakukan nadzar dalam maksiat kepada Allah dan dalam perkara yang tidak dimiliki anak Adam. " (Shahih) Al Misykah 3437

مَيْمُونَةَ بِنْتَ كَرْدَمٍ قَالَتْ خَرَجْتُ مَعَ أَبِي فِي حِجَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلْتُ أُبِدُّهُ بَصَرِي فَدَنَا إِلَيْهِ أَبِي وَهُوَ عَلَى نَاقَةٍ لَهُ مَعَهُ دِرَّةٌ كَدِرَّةِ الْكُتَّابِ فَسَمِعْتُ الْأَعْرَابَ وَالنَّاسَ يَقُولُونَ الطَّبْطَبِيَّةَ الطَّبْطَبِيَّةَ فَدَنَا إِلَيْهِ أَبِي فَأَخَذَ بِقَدَمِهِ قَالَتْ فَأَقَرَّ لَهُ وَوَقَفَ فَاسْتَمَعَ مِنْهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ إِنْ وُلِدَ لِي وَلَدٌ ذَكَرٌ أَنْ أَنْحَرَ عَلَى رَأْسِ بُوَانَةَ فِي عَقَبَةٍ مِنْ الثَّنَايَا عِدَّةً مِنْ الْغَنَمِ قَالَ لَا أَعْلَمُ إِلَّا أَنَّهَا قَالَتْ خَمْسِينَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ بِهَا مِنْ الْأَوْثَانِ شَيْءٌ قَالَ لَا قَالَ فَأَوْفِ بِمَا نَذَرْتَ بِهِ لِلَّهِ قَالَتْ فَجَمَعَهَا فَجَعَلَ يَذْبَحُهَا فَانْفَلَتَتْ مِنْهَا شَاةٌ فَطَلَبَهَا وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ أَوْفِ عَنِّي نَذْرِي فَظَفِرَهَا فَذَبَحَهَا

3314. Dari Maimunah binti Kardam, ia berkata: Aku keluar bersama ayahku dalam haji yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, lalu aku melihat Rasulullah SAW dan aku mendengar orang-orang berkata, "Rasulullah." Pandanganku terus mengikuti Rasulullah, lalu ayahku mendekatinya dalam keadaan berkendaraan onta dan membawa cambuk seperti cambuk para juru tulis. Aku mendengar orang-orang badui dan yang lain berkata, "Pembawa cambuk! Pembawa cambuk!" ayahku mendekati Rasulullah lalu memegang kakinya.

Maimunah melanjutkann kisahnya: Kemudian ayahku mengakui (risalah Rasulullah SAW) dan berdiri mendengarkannya. Setelah itu ayahku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku bernadzar, jika mempunyai anak laki-laki, aku akan menyembelih beberapa kambing di atas Gunung Buwanah, yaitu di jalan tanjakan gunung." —Perawi hadits berkata: Aku tidak tahu kecuali perempuan (Maimunah) itu mengucapkan lima puluh kambing

Rasulullah SAW bertanya, "Apakah di sana ada berhalanya?" Ayahku menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Tepatilah apa yang kamu nadzarkan itu karena Allah.'" Maimunah melanjutkan kisahnya: Kemudian ayahku mengumpulkan kambing-kambing itu dan menyembelihnya. Akan tetapi ada satu kambing yang terlepas, lalu ayahku mengejarnya dan bedoa, "Ya Allah, tepatilah dariku nadzarku." Maka kambing yang terlepas itu tertangkap lalu disembelih ayahku. (Shahih: Ibnu Majah) 2131

عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ كَرْدَمِ بْنِ سُفْيَانَ عَنْ أَبِيهَا نَحْوَهُ مُخْتَصَرٌ مِنْهُ شَيْءٌ قَالَ هَلْ بِهَا وَثَنٌ أَوْ عِيدٌ مِنْ أَعْيَادِ الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ لَا قُلْتُ إِنَّ أُمِّي هَذِهِ عَلَيْهَا نَذْرٌ وَمَشْيٌ أَفَأَقْضِيهِ عَنْهَا وَرُبَّمَا قَالَ ابْنُ بَشَّارٍ أَنَقْضِيهِ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ

3315. Dari Maimunah binti Kardam bin Sufyan dari ayahnya... seperti hadits di atas. Rasulullah SAW bertanya, "Apakah di sana ada berhalanya atau ada hari raya Jahiliyah?" Ayahku menjawab, 'Tidak." Aku berkata, "Sesungguhnya ibuku mempunyai nadzar berjalan, apakah aku melaksanakan nadzar ibuku itu?" -terkadang Ibnu Basyar (perawi) meriwayatkan: Apakah kami yang melakukan nadzar ibuku itu?— Rasulullah SAW bersabda, "Ya." (Shahih) sumbernya sama dengan di atas.

26 xxx