عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ
امْرَأَةً أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَضْرِبَ عَلَى رَأْسِكَ
بِالدُّفِّ قَالَ أَوْفِي بِنَذْرِكِ قَالَتْ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ
أَذْبَحَ بِمَكَانِ كَذَا وَكَذَا مَكَانٌ كَانَ يَذْبَحُ فِيهِ أَهْلُ
الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ لِصَنَمٍ قَالَتْ لَا قَالَ لِوَثَنٍ قَالَتْ لَا
قَالَ أَوْفِي بِنَذْرِكِ
3312.
Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash bahwasanya seorang perempuan datang
kepada Rasulullah SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku
bernadzar untuk memukul rebana di hadapanmu." Rasulullah SAW berkata, "Laksanakanlah nadzarmu itu! Perempuan
tersebut berkata, "Sesungguhnya aku bernadzar menyembelih di tempat ini
dan itu —tempat yang biasa digunakan menyembelih orang-orang
Jahiliyah—. Rasulullah SAW bertanya, "Apakah untuk berhala?" Perempuan itu menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bertanya lagi, "Untuk patung?" Perempuan itu menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Tepatilah nadzarmu itu!" (Hasan) Al Irwa' (nomor 4587)
ثَابِتُ بْنُ الضَّحَّاكِ قَالَ نَذَرَ
رَجُلٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنْ يَنْحَرَ إِبِلًا بِبُوَانَةَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَنْحَرَ إِبِلًا
بِبُوَانَةَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ
كَانَ فِيهَا وَثَنٌ مِنْ أَوْثَانِ الْجَاهِلِيَّةِ يُعْبَدُ قَالُوا لَا
قَالَ هَلْ كَانَ فِيهَا عِيدٌ مِنْ أَعْيَادِهِمْ قَالُوا لَا قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْفِ بِنَذْرِكَ
فَإِنَّهُ لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِيمَا لَا
يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ
3313.
Dari Tsabit bin Adh-Dhahhak, ia berkata: Seseorang bernadzar pada masa
Rasulullah SAW untuk menyembelih onta di Buwanah, lalu dia mendatangi
Rasulullah SAW dan berkata, "Sesungguhnya aku bernadzar menyembelih di
Buwanah." Rasulullah SAW bertanya, "Apakah di situ ada berhala Jahiliyah yang disembah?" Mereka (para sahabat) menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bertanya lagi, "Apakah di situ dilaksanakan hari raya Jahiliyah?'''' Mereka menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Tepatilah
nadzarmu itu, karena, tidak boleh melakukan nadzar dalam maksiat kepada
Allah dan dalam perkara yang tidak dimiliki anak Adam. " (Shahih) Al Misykah 3437
مَيْمُونَةَ بِنْتَ كَرْدَمٍ قَالَتْ خَرَجْتُ
مَعَ أَبِي فِي حِجَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَسَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ فَجَعَلْتُ أُبِدُّهُ بَصَرِي فَدَنَا إِلَيْهِ أَبِي وَهُوَ
عَلَى نَاقَةٍ لَهُ مَعَهُ دِرَّةٌ كَدِرَّةِ الْكُتَّابِ فَسَمِعْتُ
الْأَعْرَابَ وَالنَّاسَ يَقُولُونَ الطَّبْطَبِيَّةَ الطَّبْطَبِيَّةَ
فَدَنَا إِلَيْهِ أَبِي فَأَخَذَ بِقَدَمِهِ قَالَتْ فَأَقَرَّ لَهُ
وَوَقَفَ فَاسْتَمَعَ مِنْهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ
إِنْ وُلِدَ لِي وَلَدٌ ذَكَرٌ أَنْ أَنْحَرَ عَلَى رَأْسِ بُوَانَةَ فِي
عَقَبَةٍ مِنْ الثَّنَايَا عِدَّةً مِنْ الْغَنَمِ قَالَ لَا أَعْلَمُ
إِلَّا أَنَّهَا قَالَتْ خَمْسِينَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ بِهَا مِنْ الْأَوْثَانِ شَيْءٌ قَالَ لَا قَالَ
فَأَوْفِ بِمَا نَذَرْتَ بِهِ لِلَّهِ قَالَتْ فَجَمَعَهَا فَجَعَلَ
يَذْبَحُهَا فَانْفَلَتَتْ مِنْهَا شَاةٌ فَطَلَبَهَا وَهُوَ يَقُولُ
اللَّهُمَّ أَوْفِ عَنِّي نَذْرِي فَظَفِرَهَا فَذَبَحَهَا
3314.
Dari Maimunah binti Kardam, ia berkata: Aku keluar bersama ayahku dalam
haji yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, lalu aku melihat Rasulullah
SAW dan aku mendengar orang-orang berkata, "Rasulullah." Pandanganku
terus mengikuti Rasulullah, lalu ayahku mendekatinya dalam keadaan
berkendaraan onta dan membawa cambuk seperti cambuk para juru tulis. Aku
mendengar orang-orang badui dan yang lain berkata, "Pembawa cambuk!
Pembawa cambuk!" ayahku mendekati Rasulullah lalu memegang kakinya.
Maimunah
melanjutkann kisahnya: Kemudian ayahku mengakui (risalah Rasulullah
SAW) dan berdiri mendengarkannya. Setelah itu ayahku berkata, "Wahai
Rasulullah, sesungguhnya aku bernadzar, jika mempunyai anak laki-laki,
aku akan menyembelih beberapa kambing di atas Gunung Buwanah, yaitu di
jalan tanjakan gunung." —Perawi hadits berkata: Aku tidak tahu kecuali
perempuan (Maimunah) itu mengucapkan lima puluh kambing—
Rasulullah SAW bertanya, "Apakah di sana ada berhalanya?" Ayahku menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Tepatilah apa yang kamu nadzarkan itu karena Allah.'" Maimunah
melanjutkan kisahnya: Kemudian ayahku mengumpulkan kambing-kambing itu
dan menyembelihnya. Akan tetapi ada satu kambing yang terlepas, lalu
ayahku mengejarnya dan bedoa, "Ya Allah, tepatilah dariku nadzarku."
Maka kambing yang terlepas itu tertangkap lalu disembelih ayahku. (Shahih: Ibnu Majah) 2131
عَنْ
مَيْمُونَةَ بِنْتِ كَرْدَمِ بْنِ سُفْيَانَ عَنْ أَبِيهَا نَحْوَهُ
مُخْتَصَرٌ مِنْهُ شَيْءٌ قَالَ هَلْ بِهَا وَثَنٌ أَوْ عِيدٌ مِنْ
أَعْيَادِ الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ لَا قُلْتُ إِنَّ أُمِّي هَذِهِ عَلَيْهَا
نَذْرٌ وَمَشْيٌ أَفَأَقْضِيهِ عَنْهَا وَرُبَّمَا قَالَ ابْنُ بَشَّارٍ
أَنَقْضِيهِ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ
3315. Dari Maimunah binti Kardam bin Sufyan dari ayahnya... seperti hadits di atas. Rasulullah SAW bertanya, "Apakah di sana ada berhalanya atau ada hari raya Jahiliyah?" Ayahku
menjawab, 'Tidak." Aku berkata, "Sesungguhnya ibuku mempunyai nadzar
berjalan, apakah aku melaksanakan nadzar ibuku itu?" -terkadang Ibnu
Basyar (perawi) meriwayatkan: Apakah kami yang melakukan nadzar ibuku
itu?— Rasulullah SAW bersabda, "Ya." (Shahih) sumbernya sama dengan di atas.